9/06/2009

MENJAGA LISAN

Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
(QS.Al Balad( 90):8-10)


Sesungguhnya dalam setiap anggota badan manu-sia adalah amanat. Amanat bagi lidah adalah tidak diper-gunakan untuk berbohong, mengumpat, ghibah dan sejenisnya. Amanat mata adalah tidak dpergunakan untuk bermaksiyat, melihat yang haram. Amanat telinga adalah tidak dipergu-nakan untuk mendengarkan hal-hal yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Karena semua adalah amanat maka semua itu nanti akan diminta pertanggung jawaban-nya oleh Allah Ta’ala sebagai pemberi amanat. Allah telah berfirman dalam Al Qur’an :

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban).(QS.Al Qiyamah :36)

Dari ayat tersebut jelaslah bahwa setiap manusia akan mempertangung jawabkan atas apa yang ia perbuat didunia ini, masing-masing akan dimintai pertanggung jawabannya sedangkan saksinya adalah dari anggota tubuh mereka sendiri. Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an :

Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam naar (neraka) lalu mereka dikumpulkan (semu-anya).Sehingga apabila mereka sampai ke naar (neraka), pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka:"Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami" Kulit mereka menja-wab:"Allah yang telah menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan". Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pende-ngaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Fushshilat (41):19-22)

Demikianlah Allah ta’ala mengingatkan hamba-hamba-Nya melalui firman-Nya. Manusia akan masuk neraka dan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah ia lakukan di dunia. Salah satu penyebab masuk neraka seorang hamba adalah lisan.Lisan yang orang sering mengatakan lidah tak bertulang dengan perantara-annya seorang hamba bisa terangkat kepada derajat yang tinggi sehingga memperoleh syurga. Dan dengan sebab lidah pula manusia bisa terjerumus kedalam lembah kenistaan adzab Alloh, yaitu neraka.

Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda ;
“ Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan kalimat yang merupakan keridloan Alloh, tanpa ia menaruh perha-tian kepadanya, dengannya Alloh mengangkat bebe-rapa derajat kepadanya. Dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan kalimat yang merupakan kemurkaan Alloh, tanpa ia menaruh perhatian kepadanya (seolah-olah perkataan biasa), ia terjerumus ke neraka karenanya ( ucapannya itu) .” (HR.Bukhori)

Bagi manusia yang mampu menjaga lisannya Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

“Barangsiapa memberikan jaminan kepadaku sesuatu yang ada diantara dua rahangnya (lisan) dan sesuatu diantara kedua kakinya (kemaluan), niscaya aku berikan jaminan syurga baginya.” (HR.Bukhori)

Imam Nawawi berkata;“Ketahuilah, sudah seha-rusnya bagi setiap muslim yang dewasa untuk menjaga lisannya, dari semua ucapan. Kecuali ucapan yang jelas manfaatnya. Dan apabila bersamaan manfaat berbicara dan diam, maka yang sunah adalah menahan diri. Karena seringkali ucapan biasa bisa menyeret kepada yang haram atau makruh. Dan ini biasanya banyak yang terjadi, sedangkan selamat dari yang haram dan makruh adalah sesuatu yang tak ternilai harganya.”

Apapun yang diucapkan manusia adalah tercatat disisi Alloh, ia bisa berbahaya baginya dan bisa pula bermanfaat baginya. Rosululloh bersabda kepada Muadz: “Tahanlah ini”-Beliau sambil memegang lisannya sendiri-Muadz merasa heran dan bertanya,”Apakah kami disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Beliau bersabda ,”Ibumu kehilanganmu ! Tidaklah manusia terjerumus keneraka dengan muka tersungkur kecuali karena apa yang dihasilkan oleh lidah mereka.”

Begitu dahsyatnya lisan itu, sehingga karena lisan seorang hamba bisa masuk neraka dan karenanya pula seorang hamba bisa masuk syurga, maka sudah semes-tinya manusia berhati-hati terhadapnya. Untuk itu Allah Ta’ala telah memberi peringatan bagi manusia agar berhati-hati dengan ucapannya karena setiap ucapan manusia akan dicatat oleh malaikat pencatat. Allah Ta’ala berfirman :

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.(QS.Qaaf (50):18)

Sedangkan Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengingatkan dengan sabdanya :

“Seluruh perkataan anak Adam itu menjadi ancaman baginya kecuali mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari yang mungkar dan dzikir kepada Alloh”

Sabdanya yang lain :
“Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (HR. Bukhory)

“Keimanan seorang hamba tidak akan lurus sebelum lurus hatinya, dan Hatinya tidak akan lurus sebelum lurus lisannya.”(HR.Ahmad dan Abi Dunya)

Umar Bin Khotob Radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Barangsiapa banyak bicaranya banyak kekeliruannya, Barangsiapa banyak Kekeliruannya banyak dosanya, Dan Barangsiapa banyak dosanya maka neraka adalah tempat yang pantas baginya”(HR. Ibnu Hiban,dloif)

Di riwayatkan oleh At Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu bahwa-sanya Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

“ Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat nanti adalah orang yang paling baik akhlak nya di antara kalian, dan orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat nanti adalah orang yang banyak bicara, membuat dalam berbicara ( memfasih fasihkan dalam berbicara ) dan orang yang sombong .”

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ; Rasulalloh Shallallahu 'Alaihi Wasallam di tanya tentang perbuatan apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam syurga ? beliau berkata “ Taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik “ dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di tanya tentang amalam yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka? Beliau bersabda “ mulut dan kemaluan “ (HR. Turmudzi dengan sanad yang shahih ).
Dalam riwayat At Tirmidzi yang lain disebutkan dari Abdullah bin Busr bahwa seorang lelaki berkata :”Wahai Rosulullloh, sesungguhnya pintu-pintu kebaikan sangat banyak, aku tidak mampu melakukan semuanya. Beritahu aku sebuah amalan yang aku pegang teguh tapi jangan terlalu banyak sebab nanti aku lupa.” Dalam riwayat lain :” Sesungguhnya syariat Islam sangat banyak untuk aku lakukan. Sedang aku sudah tua. Beri aku sebuah amalan yang bisa aku pegang teguh.”Rosululloh bersabda: ”Hendaklah lisanmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Alloh.”

Dari dalil-dalil diatas sangat gamblang bagaimana pentingnya urusan lisan, agar lisan kita terjaga dari hal-hal yang menjerumuskan, marilah kita renungkan perkataan shahabat Abu Darda` Radhiyallahu ‘anhu,beliau berkata :

“Perbanyaklah menggunakan kedua telingamu dari pada mulutmu karena dijadikannya dua telinga dan satu mulut agar kamu lebih banyak mendengar dari pada berbicara.”

Seorang ulama berkata : “Jika engkau duduk bersama orang-orang yang bodoh maka diamlah dan jika duduk dengan para ulama juga diamlah, sebab diammu ditempat orang bodoh menambah kesantunanmu dan diammu terhadap ulama menambah ilmu.”

Wallohu ‘Alam bi Showab.






“Perbanyaklah menggunakan kedua telingamu dari pada mulutmu karena dijadikannya dua telinga dan satu mulut agar kamu lebih banyak mendengar dari pada berbicara.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar